"MAMA KU PAHLAWANKU"
Pukul 12:00 menunjukkan waktu makan siang di rumah. Saat itu tak tersisa segenggam beraspun di baskom. Pukul 02 : 00 beras 1 kg baru bisa dibelikan karena keuangan keluarga kami yang tidak menetap dan selalu kekurangan. Waktu menunjukkan pukul 02:30 dan saat itu kami baru bisa makan bersama dengan santapan hangat sederhana yang dihidangkan mama untuk kami. Saat Nasi di dalam tempat nasi(baskom) habis di gayung oleh bapak, kakak, saya, dan adik-adik, namun masih tersisa satu piring yang kosong tanpa nasi/lauk di depan mama. Peran mama muncul saat itu. Mama berpura-pura dengan tegas dan tanpa menampakan wajah sedih/lapar. Mama pun berkata" sudahlah mama masih kenyang" dan mama kembali ke tempat duduk biasanya untuk berkerja sebagai seorang "penenun sarung" hebat dalam Keluarga kami. Mama melanjutkan pekerjaannya dengan perut yang kosong tanpa terisi sedikitpun makanan. Mungkin, dalam pikiran mama " biar saya kelaparan asal suami dan anak anak saya tidak mati kelaparan". Hal itu selalu menjadi bahan curhatan mama ke saya, di saat saya mulai menyerah dalam segala sesuatu.
Ini selalu jadi inspirasi saya ketika berekspresi menuju KESUKSESAN yang mungkin bukan hari ini, bukan saat Ini, bukan jam ini, tapi nanti Tuhan Beserta MamaKu.
#DarikuUntukMama
#SaveMama
Kupang, 07 Mei 2020
Dear,ose for mama